PASANG IKLANMU DISINI
Politik
Beranda » Sepuluh Rumah Warga di Pasean Ambruk, Ketua DPRD Pamekasan Tinjau Lokasi dan Salurkan Sembako

Sepuluh Rumah Warga di Pasean Ambruk, Ketua DPRD Pamekasan Tinjau Lokasi dan Salurkan Sembako

FOTO: Sepuluh Rumah Warga di Pasean Ambruk, Ketua DPRD Pamekasan Tinjau Lokasi dan Salurkan Sembako
FOTO: Sepuluh Rumah Warga di Pasean Ambruk, Ketua DPRD Pamekasan Tinjau Lokasi dan Salurkan Sembako

PAMEKASAN, RINGSATU.Net – Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Ali Masykur, meninjau rumah warga yang ambruk akibat tanah bergerak di Dusun Paseset, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (18/1/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 10 rumah warga mengalami rusak berat. Kerusakan meliputi dinding dan lantai rumah yang terbelah serta pondasi bangunan yang ambles akibat longsor yang dipicu curah hujan tinggi.

MADAS Sedarah Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan TPPU, Tegaskan Semua Sama di Hadapan Hukum

Ali Masykur mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi rumah warga terdampak. Ia mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, khususnya di tengah musim penghujan.

“Kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah, khususnya di tengah musim penghujan,” kata Ali Masykur.

Selain meninjau lokasi, Ali Masykur juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan awal untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari pascabencana.

Meski Tak Ada Laporan, Polres Pamekasan Berhasil Temukan Motor Hilang Milik Warga

Ali Masykur meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan dan BPBD Provinsi Jawa Timur, untuk segera turun tangan membantu warga terdampak.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, masyarakat, serta para dermawan untuk bergotong royong membantu warga terdampak.

BAZNAS Kabupaten Lumajang Santuni 420 Anak Yatim Piatu dalam Rangka Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah

“Kami mengajak kepada para dermawan, dan pemerintah daerah untuk bahu-membahu membantu masyarakat terdampak,” ucapnya.

Selain penanganan darurat, Ali juga menyoroti pentingnya upaya pencegahan jangka panjang melalui reboisasi dan pemulihan fungsi lingkungan di wilayah rawan bencana.

Menurutnya, kerusakan tutupan lahan dapat meningkatkan risiko tanah bergerak, terutama saat curah hujan tinggi.

“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama. Kalau alam dijaga, risiko bencana bisa ditekan,” tandasnya.