SUMENEP, RINGSATU.Net — Aktivitas balap liar kembali marak terjadi di ruas Jalan Raya Nasional Lenteng–Ganding, tepatnya di depan SMAN I Lenteng, Sumenep.
Fenomena ini kerap berlangsung pada malam, bahkan kadang digelar pada sore hari, seperti yang terpantau pada Sabtu malam (20/12/2025). Hal tersebut menimbulkan keresahan di kalangan pengguna jalan serta masyarakat sekitar.
Dalam pantauan langsung media ini, terlihat sekelompok pemuda berkumpul memadati dua sisi ruas jalan sepanjang 1 kilometer, bahkan salah satu di antaranya berdiri di tengah jalan untuk memberi isyarat kepada pengendara lain agar memperlambat laju kendaraan dan menepi.
Aksi ini menimbulkan kesan bahwa jalan nasional tersebut seolah-olah telah berubah fungsi menjadi arena balap, bukan lagi fasilitas umum untuk lalu lintas masyarakat.
Kondisi ini berpotensi akan keselamatan pengguna jalan lainnya, terutama karena jalan tersebut merupakan jalur utama yang cukup padat dilalui kendaraan.
Beberapa warga menyampaikan keprihatinan mereka atas minimnya tindakan konkret dari aparat kepolisian, baik dari Polsek setempat maupun Polres Sumenep, dalam menertibkan kegiatan yang berpotensi membahayakan ini.
“Sebenarnya kami tidak menolak anak muda menyalurkan hobi, tapi bukan di jalan umum. Ini sangat membahayakan pengguna jalan lain,” ujar Sugianto (43) salah satu pengguna jalan warga Ganding.
Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengambil langkah preventif dan represif yang tepat untuk mengatasi persoalan ini.
Selain itu, diperlukan pendekatan persuasif kepada para pelaku balap liar agar mereka dapat diarahkan ke wadah yang lebih aman dan legal, seperti sirkuit balap resmi atau kegiatan otomotif yang terorganisir.
Fenomena balap liar bukan hanya persoalan ketertiban lalu lintas, tetapi juga mencerminkan kebutuhan akan ruang ekspresi bagi generasi muda.












