SUMENEP, RINGSATU.Net – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menekankan agar pengadaan bibit tanaman yang akan ditanam di kawasan daratan hingga kepulauan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat harus tepat sasaran.
Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri mengatakan, penanaman bibit harus menyasar wilayah-wilayah yang rentan kekeringan.
“Seharusnya program ini menyentuh langsung daerah yang kerap dilanda kekeringan. Akar pohon bisa bantu menyimpan air dalam tanah dan menjaga kelembapan,” tegas M. Muhri. Jumat (5/9/2025).
Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri lanjut menekankan, agar program ini tidak hanya bersifat formalitas semata. Menurutnya, pengadaan bibit harus memberi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban program tahunan. Pilih lokasi yang benar-benar membutuhkan penghijauan,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep mengalokasikan anggaran sebesar Rp 258 juta untuk pengadaan bibit tanaman yang akan ditanam di kawasan daratan hingga kepulauan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Sumenep, Moh. Hasinuddin Firdaus mengatakan, sejumlah bibit sudah mulai ditanam di beberapa titik.
Di antaranya, ada di Desa Lenteng, Desa Batuan, taman kota, sepanjang ruas jalan, hingga kebun bibit di Pulau Sapudi.
“Penanaman sudah dilakukan di beberapa lokasi yang tersebar, baik di daratan maupun kepulauan,” terangnya.
Anggaran untuk program itu diketahui, terbagi dalam tiga klaster, yakni Rp 199.400.000, Rp 47.119.500, dan Rp 12.309.900.
Jenis bibit yang dibeli cukup beragam. Mulai dari pohon peneduh dan buah seperti tabebuya, sukun, sawo kecik, mahoni, flamboyan, hingga kelengkeng. Selain itu, ada juga tanaman hias seperti pucuk merah, sansevieria dan bunga puring.












