PASANG IKLANMU DISINI
Politik
Beranda » Anggota DPRD Provinsi Jatim Sebut Tarif Cukai Tinggi Jadi Pemicu Maraknya Rokok Ilegal

Anggota DPRD Provinsi Jatim Sebut Tarif Cukai Tinggi Jadi Pemicu Maraknya Rokok Ilegal

Foto: NUR FAIZIN, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi-PKB
Foto: NUR FAIZIN, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi-PKB

RINGSATU.Net – Persoalan maraknya produksi dan peredaran rokok ilegal kembali mencuat ke permukaan. Sorotan kali ini datang dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nur Faizin, Sabtu (6/9/2025).

Politisi yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura ini menyebut bahwa tingginya tarif cukai rokok menjadi salah satu pemicu utama suburnya produksi dan peredaran rokok ilegal di sejumlah wilayah, termasuk di Madura.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun TikTok resminya “NUR FAIZIN” pada 22 Agustus 2025.

SPMB di Lumajang: Antara Aturan Kesetaraan dan Beban Biaya Seragam yang Terasa Membebani

Dalam unggahannya, ia mengkritisi kebijakan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Pajak yang dinilai tidak mempertimbangkan dampak ekonomi di tingkat bawah.

“Pemerintah perlu mempertimbangkan penerapan tarif cukai yang lebih rendah, agar pelaku usaha kecil menengah dapat bertahan dan peredaran rokok ilegal bisa ditekan,” ujarnya dalam video yang viral di platform tersebut.

Kader muda dan berbakat ini pun mendorong agar pemerintah mempertimbangkan untuk menurunkan tarif cukai, atau setidaknya menyesuaikannya secara proporsional, guna menekan angka produksi dan peredaran rokok ilegal, terutama di kawasan Madura yang dikenal sebagai salah satu titik rawan distribusi rokok tanpa cukai.

Dua Tahun Terkatung-katung, Proyek Rusun Polres Lumajang Rp3 Miliar Belum Juga Tuntas

Sementara itu, Unggahan Nur Faizin ini mendapatkan banyak respons positif dari warganet diantaranya, Akun TikTok Sutan Taqdir Ali Sah menulis “Ini solutif, kemarin masih main sikat begitu,” katanya

Sementara akun Gen C menanggapi, “Semoga petinggi PKB mendengar aspirannya…. Atau sebaliknya?,” yang menggambarkan harapan sekaligus sindiran terhadap respons partai politik terhadap isu strategis tersebut.

Pernyataan ini turut membuka ruang diskusi publik terkait efektivitas kebijakan fiskal pemerintah dan dampaknya terhadap industri rokok, legalitas usaha, serta dinamika ekonomi masyarakat di lapisan bawah.

Karya Bakti TNI AD Skala Besar 2026 Hadir untuk Madura

× Advertisement
× Advertisement