PASANG IKLANMU DISINI
Infrastruktur
Beranda » Proyek Rp16 Miliar, Rekonstruksi Jalan Ellak Daya – Mandala Jangan Sampai Hanya Besar di Anggaran

Proyek Rp16 Miliar, Rekonstruksi Jalan Ellak Daya – Mandala Jangan Sampai Hanya Besar di Anggaran

FOTO: Lokasi proyek rekonstruksi jalan Ellak Daya – Mandala tampak bahan material U-Dith untuk saluran irigasi
FOTO: Lokasi proyek rekonstruksi jalan Ellak Daya – Mandala tampak bahan material U-Dith untuk saluran irigasi

SUMENEP, RINGSATU.Net — Proyek rekonstruksi Jalan Ellak Daya–Mandala, Kabupaten Sumenep, yang disebut bernilai fantastis hingga Rp16 miliar, diharapkan benar-benar memberikan hasil yang sepadan dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.

Nilai Rp16 miliar bukan uang receh. Karena itu, masyarakat tentu tidak ingin proyek tersebut hanya terlihat besar di atas kertas, sementara kualitas pekerjaan di lapangan justru mengecewakan.

Memperingati HUT RI ke 81,Delapan, Wilayah Karnaval Serentak Di Gelar

Proyek dengan anggaran fantastis harus dibarengi kualitas yang fantastis pula. Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan jalan yang terlihat mulus sesaat, tetapi kemudian kembali rusak ketika proyek belum lama selesai.

“Kalau memang anggarannya sampai Rp16 miliar, masyarakat tentu berharap hasilnya benar-benar berkualitas dan bisa bertahan lama. Jangan sampai uangnya besar, tetapi kualitasnya biasa-biasa saja,” ujar inisial SR (49) salah seorang warga setempat, Selasa (25/8/2026).

Masyarakat juga berharap proses pengerjaan diawasi secara ketat. Instansi terkait dan konsultan pengawas tidak boleh hanya menjadi penonton ketika pekerjaan berlangsung.

JURNALIS PEDULI: IWO PAMEKASAN SALURKAN SEMBAKO UNTUK PEJUANG STROKE DI RUSUN TAMBAK WEDI

Setiap tahapan pekerjaan semestinya dikawal sesuai spesifikasi teknis dan kontrak. Material, ketebalan, mutu konstruksi hingga hasil akhir harus menjadi perhatian serius.

Sebab, yang dipertaruhkan bukan sekadar sebuah ruas jalan, tetapi uang rakyat dalam jumlah miliaran rupiah.

Pesan Sekda: Pemilik Toko Lebih Teliti Agar Rokok Elegal Tak Beredar Di Lumajang 

Jangan sampai proyek Rp16 miliar menjadi contoh klasik pembangunan dengan anggarannya fantastis, tetapi hasilnya tragis.

Jika kualitas tidak sesuai, masyarakat yang akan kembali menanggung akibatnya ketika jalan cepat rusak dan membutuhkan anggaran perbaikan lagi.

Karena itu, SR mendesak instansi terkait dan konsultan pengawas agar tidak lalai terhadap hal-hal yang terlihat kecil, tetapi sangat berarti bagi masyarakat.

Pengawasan harus dilakukan secara serius sejak awal hingga proyek dinyatakan selesai.

“Masyarakat berhak mendapatkan jalan yang aman, berkualitas dan tahan lama. Dengan anggaran sebesar Rp16 miliar, tidak boleh ada alasan untuk menghasilkan pekerjaan setengah hati,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan