PASANG IKLANMU DISINI
Ekonomi
Beranda » Tembakau Tembus Rp72 Ribu, JASTRA Harap Petani Tidak Hanya Jadi Penonton

Tembakau Tembus Rp72 Ribu, JASTRA Harap Petani Tidak Hanya Jadi Penonton

KOLASE FOTO: Ketua Jaringan Strategis Pemuda (JASTRA) Sumenep, Hasyim Khafani dan H. Mukmin Owner PR. Bahagia
KOLASE FOTO: Ketua Jaringan Strategis Pemuda (JASTRA) Sumenep, Hasyim Khafani dan H. Mukmin Owner PR. Bahagia

SUMENEP, RINGSATU.Net – Harga tembakau di Sumenep yang dikabarkan menembus Rp72 ribu per kilogram menjadi kabar menggembirakan bagi petani.

Namun, tingginya harga tersebut dinilai tidak boleh hanya menjadi angka manis yang ramai diperbincangkan, sementara petani kembali menjadi pihak yang hanya bisa menyaksikan permainan harga di lapangan.

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Transportasi Laut

Ketua Jaringan Strategis Pemuda (JASTRA) Sumenep, Hasyim Khafani, berharap harga tembakau tinggi pada musim 2026 benar-benar dapat dirasakan langsung oleh petani.

Menurutnya, jangan sampai harga Rp72 ribu per kilogram hanya berlaku dalam pernyataan dan menjadi umpan untuk membangkitkan harapan petani, tetapi ketika masa panen tiba justru harga kembali dipermainkan dengan berbagai alasan.

“Harapan kami, petani tembakau jangan sampai hanya menjadi penonton. Kalau memang harga sudah mencapai Rp72 ribu per kilogram, maka petani harus benar-benar merasakan harga tersebut, bukan hanya mendengar kabar dari mulut ke mulut,” tegas Hasyim, Jumat (21/8/2026).

DKPP Sumenep Dorong Tembakau Prancak-95 Miliki Pasar Lebih Luas, Penjualan Perdana Dikirim ke PT Djarum

Ia juga meminta para pembeli dan gudang tembakau di Sumenep tidak melakukan spekulasi harga yang berpotensi merugikan petani.

Stabilitas harga, kata dia, sangat penting agar petani memiliki kepastian dan tidak kembali menjadi korban permainan tata niaga.

Miris! Diduga Anak di Bawah Umur Keluar Masuk Mr Ball, Publik Menanti Aksi PCNU

“Jangan sampai saat petani sudah mengeluarkan modal besar, tenaga dan waktu berbulan-bulan, kemudian harga justru ditekan dengan alasan kualitas, cuaca atau alasan lainnya. Petani sudah terlalu sering berada di posisi paling lemah,” ujarnya.

Sebelumnya di sejumlah sumber, salah satu pembeli tembakau H. Mukmin Owner PR. Bahagia di Sumenep menyatakan, dirinya mampu membeli tembakau dengan harga mencapai Rp72 ribu per kilogram.

Namun, harga tersebut berlaku dengan catatan kualitas daun tembakau memenuhi standar dan tidak dipanen terlalu muda atau sebelum waktunya.

Pernyataan tersebut kini menjadi perhatian publik. Sebab, harga tinggi yang digaungkan harus benar-benar dibuktikan saat tembakau petani masuk ke gudang.

JASTRA pun berharap musim tembakau 2026 tidak kembali menghadirkan ironi harga tinggi menjadi bahan pembicaraan, sementara petani pulang dengan kekecewaan.

Petani yang selama berbulan-bulan berjibaku dengan panas, hujan, biaya pupuk dan ancaman gagal panen, menurut Hasyim, tidak seharusnya hanya menjadi objek yang menanggung seluruh risiko, sementara keuntungan besar dinikmati pihak lain. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan