Peristiwa

Aksi Tutup Akses Kampus Warnai Protes Mahasiswa terhadap KPUM

141
×

Aksi Tutup Akses Kampus Warnai Protes Mahasiswa terhadap KPUM

Sebarkan artikel ini
FOTO: Puluhan mahasiswa Universitas Madura menggelar aksi demonstrasi menuntut transparansi dan profesionalitas KPUM dalam pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) 2025
FOTO: Puluhan mahasiswa Universitas Madura menggelar aksi demonstrasi menuntut transparansi dan profesionalitas KPUM dalam pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) 2025

PAMEKASAN, RINGSATU.Net – Puluhan mahasiswa Universitas Madura menggelar aksi demonstrasi menuntut transparansi dan profesionalitas Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dalam pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) 2025, Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi di depan gerbang kampus dan menutupi pintu akses jalan keluar masuk kampus.

Koordinator aksi, Subaidi, mengungkapkan bahwa salah satu pasangan calon (paslon) yang hendak mendaftar pada Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 08.00 WIB tidak bisa mengajukan berkas karena blanko pendaftaran tidak tersedia.

“Ketika dikonfirmasi oleh Dewan Kehormatan, ke pihak Ketua KPUM ia menyatakan bahwa blanko ada pada sekretaris. Namun sekretaris masih dalam perjalanan, nah ditunggu hingga satu jam tetap tidak datang,” ungkapnya dalam orasi.

Karena waktu itu kondisi tersebut, mahasiswa melakukan aksi demontrasi pada saat itu, hingga pemblokiran area Biro Kemahasiswaan. Kemudian keesokan harinya, kembali lagi paslon tersebut berupaya mendaftar kembali, nah disini justru ditolak dengan alasan kuota pendaftar telah terpenuhi.

“Katanya sudah ada dua pendaftar di hari Selasa pukul 12.45 WIB. Tapi setelah dicek melalui CCTV, ternyata tidak ada paslon yang mendaftar pada jam tersebut,” tegas Subaidi.

Dua Tuntutan Aksi

Dalam tuntutannya, massa aksi menyampaikan dua poin utama:

1. Menjatuhkan sanksi kepada Ketua dan Sekretaris KPUM Universitas Madura.

2. Menganulir Surat Keputusan Penetapan Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa yang telah diterbitkan KPUM.

“Jika tidak ada titik terang, kami akan tutup gerbang kampus dan memboikot kampus,” ujar Subaidi lantang.

Wakil Rektor III Universitas Madura, Moh. Zali, yang turut hadir menanggapi aksi mahasiswa menegaskan bahwa pihak kampus siap menindaklanjuti jika laporan disertai bukti kuat.

“Silakan buktikan dalam sidang. Jika sesuai fakta, tentu akan menguatkan tuntutan itu. Kampus mengikuti keputusan Dewan Kehormatan yang telah ditetapkan,” ucapnya.

Ketua BEM Fakultas Hukum, Tofa, dalam aksinya menyoroti adanya dugaan relasi tidak sehat antara KPUM, Wakil Rektor III, serta Biro Kemahasiswaan.

“Hari ini kami minta Ketua KPUM dihadirkan. Jika tidak bersalah, hadapi tuduhan ini! Tapi kalau tidak datang, bubarkan saja KPUM Universitas Madura,” serunya.

2